Manfaat dan Biaya Akuisisi

MANFAAT DAN BIAYA AKUISISI

 

Dina Juliani

Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Muhammadiyah Malang

dina.juliani@gmail.com

Abstrak :  penulisan artikel ilmiah ini bertujuan untuk membahas mengenai latar belakang dan motif  perusahaan melakukan akuisisi, manfaat apa saja yang dapat diperoleh perusahaan jika melakukan akuisisi serta sumber pembiayaan untuk melakukan akuisisi. Metode penulisan artikel ini adalah metode studi pustaka yaitu menggunakan literature buku, jurnal ilmiah dan penelitian-penelitian yang mendukung penulisan ini sebagai sumber informasinya.

Berdasarkan PSAK No. 2 paragraf, ”Akuisisi (acqusition) adalah suatu penggabungan usaha dimana salah satu perusahaan, yaitu pengakuisisi (acquirer) memperoleh kendali atas aktiva neto dan operasi perusahaan yang diakuisisi (acquiree), dengan memberikan aktiva tertentu, mengakui suatu kewajiban, atau mengeluarkan saham.

Selama ini perusahan memiliki motivasi untuk melakukan akuisi agar memperoleh manfaat kemajuan perusahan, sinergi perusahaan sehingga pendapatan yang diperoleh perusahaan dapat meingkat, selain itu biaya yang dikeluarkan perusahaan juga dapat lebih rendah karena perusahaan dapat menghasilkan unit yang lebih banyak, diversifikasi, meningkatkan likuiditas pemilik, melindungi diri dari pengambilaliha. Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mengakuisisi dapat diperoleh melalui kas, ekuitas dan utang. Pilihan sumber pembiayaan tersebut dapat dipilih perusahaan berdasarkan pertimbangan perusahaan terhadap konsisi keuangan sendiri.

Akuisisi sendiri berbeda-beda macamnya, ada akuisisi vertical, horizontal dan konglomerat, akuisi saham dan akuisisi asset. Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mengakuisisi dapat diperoleh melalui kas, ekuitas dan utang. Pilihan sumber pembiayaan tersebut dapat dipilih perusahaan berdasarkan pertimbangan perusahaan terhadap konsisi keuangan sendiri. Sebaiknya perusahaan memertimbangkan pajak, perlakuan akuntansi, isu-isu control manajemen, keuntungan finansial pemegang saham dan kondisi keuangan, sebelum melakukan akuisisi berdasarkan kondisi keuangan perusahaan dan manfaat yang akan diperoleh perusahaan kedepan.

 

Abstract: writing a scientific article aims to discuss the company’s background and motives of an acquisition, what benefits can be obtained by the company if the acquisition and financing to make acquisitions. Writing articles’a method is book study using literature books, scientific journals and studies that support the writing of this a source of information. Under PSAK No. Paragraph 2, “Acquisitions is a business combination in which one company, namely the acquirer, acquire control of the net assets and operations of the acquired company (acquiree), by providing certain assets, recognizes an obligation, or issue shares.

“So far, companies have the motivation to do acquisitions in order to benefit the progress of the company, corporate synergy so that the income the company can meingkat, but it costs the company can also lower because the company can produce more units, diversification, liquidity to owners, to protect from pengambilaliha. Costs incurred to acquire can be obtained through cash, equity and debt. Financing options may be selected based on the company’s consideration of the company against financial konsisi own.

Own acquisition of different kinds, there is the acquisition of vertical, horizontal and conglomerate, stock acquisitions and asset acquisitions. Costs incurred to acquire can be obtained through cash, equity and debt. Financing options may be selected based on the company’s consideration of the company against financial condition. Company must consider tax accounting treatment, management control issues, financial benefits shareholders and the financial condition, before the acquisition by the company’s financial condition and the potential benefits the company forward.

 

Keyword: The Benefits of Acquisition, Various ways to do Aacquisition, Acquisition Type, Source of acquisition funds.

 

 

PENDAHULUAN

 

Pada pertengahan tahun 1997 kondisi ekonomi di Indonesia menurun sebagai akibat dari gejolak nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat, hal itulah yang menyebabkan krisis ekonomi di Indonesia, sehingga mengakibatkan banyak perusahaan menutup usahanya. Naiknya harga bahan baku, minyak dunia dan persaingan global juga menjadi penyebab perusahaan mengalami risiko kesulitan keuangan bahkan kebangkrutan.  Untuk menghadapi hal tersebut pihak manajemen harus mengambil keputusan agar perusahaan yang dikendalikannya dapat terus menjalankan usahanya.

Dunia usaha semakin lama semakin berkembang dan persaingan dalam jenis produk, mutu produk, maupun pemasarannya semakin ramai dan ketat sehingga seringkali timbul persaingan yang tidak sehat dan saling mengalahkan.  Pada kondisi ini manajemen dituntut untuk mengembangkan strategi perusahaan bukan hanya untuk sekedar bertahan tetapi juga untuk perkembangan perusahaan. Untuk itu diperlukan pengembangan strategi yang tepat agar perusahaan dapat mempertahankan eksistensi dan juga kinerjanya.

Untuk mengatasi adanya risiko diatas perlu diadakan suatu bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. Salah satu bentuk kerjasama yang dapat ditempuh adalah dengan melalui penggabungan usaha antara dua atau lebih perusahaan yaitu AkuisisiUntuk mengatasi adanya saling merugikan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, perlu kiranya diadakan suatu bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. Salah satu bentuk kerjasama yang dapat ditempuh adalah dengan melalui penggabungan usaha antara dua atau lebih perusahaan dengan perusahaan yang lain baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis.

Penggabungan usaha dapat dilakukan dengan berbagai cara yang didasarkan pada pertimbangan hukum, perpajakan, atau alasan lainnya. Di Indonesia didorong oleh semakin besarnya pasar modal, transaksi Merger dan Akuisisi semakin banyak dikakukan. Bentuk-bentuk penggabungan usaha antara lain melalui Merger dan Akuisisi selain kedua bentuk tersebut masih ada bentuk- bentuk penggabungan usaha lainnya yaitu konsolidasi. Dari ketiga kelompok tersebut  yang banyak berkembang di Indonesia adalah Merger dan Akuisis.

Praktek Akuisisi di Indonesia umumnya dilakukan oleh satu grup (Internal Acquition) khusus pada perusahaan yang Go Publik. Merger dan Akuisisi ini telah berkembang menjadi tren beberapa perusahaan. Alasan utama perusahaan di Indonesia melakukan akuisisi pada dasarnya adalah untuk penghematan pajak. Pasar bereaksi positif terhadap pengumuman akuisisi yang bagi perusahaan target memiliki kandungan informasi sebagai berita baik (goodnews). Dengan kata lain bahwa terdapat tambahan kemakmuran secara kumulatif yang terjadi selama periode sebelum pengumuman akuisisi maupun setelah tanggal pengumuman. lokasi yang potensial.

Pada prinsipnya terdapat dua motif yang mendorong sebuah perusahaan melakukan Merger dan Akuisisi yaitu motif ekonomi dan motif non ekonomi. motif ekonomi berkaitan dengan esensi tujuan perusahaan yaitu untuk meningkatkan nilai perusahaan atau memaksimalkan kemakmuran  pemegang saham. Termasuk motif ekonomi adalah motif untuk mencapai sinergi dan motif untuk mencapai posisi strategi. Motif strategi dimaksudkan untuk membangun keunggulan kompetitif jangka panjang perusahaan yang pada akhirnya bermuara kepada peningkatan nilai perusahaan atau peningkatan kemakmuran pemegang saham.

Di sisi lain motif non ekonomi adalah motif yang bukan didasarkan pada esensi tujuan perusahaan tersebut, tetapi didasarkan pada keinginan subjektif atau ambisi pribadi pemilik atau menajemen perusahaan. Hanya alasan yang bersifat ekonomis dan rasional yang bisa diterima sehingga aktivitas Merger dan Akuisisi bisa di pertanggung jawabkan. Perusahaan harus mempertimbangkan setiap risiko finansial yang akan dihadapi ketika mengambil keputusan sumber pembiayaan akuisisi. Berdasarkan kondisi yang telah dipaparkan diatas, sangat penting bagiperusahaan untuk memahami mengenai manfaat dan biaya dari akuisisi.

 

 

TUJUAN

 

Penulisan ini bertujuan untuk memaparkan manfaat perusahaan melakukan akuisisi, memaparkan biaya yang akan ditanggung perusahaan yang melakukan akuisisi. Adapun manfaat yang ingin dicapai dari penulisan ini adalah memberikan masukan kepada manajemen perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan, memberikan alterntif pilihan manajemen untuk mencapai kesuksesan perusahaan. Mengetahui bagaimana pertimbangan perusahaan yang ingin melkukana akuisisi.

 

 

METODE PENULISAN

 

Metode dalam penulisan ini adalah metode studi pustaka. Metode studi pusataka adalah metode yang menggunakan literatur buku, jurnal ilmiah dan penelitian-penelitian yang mendukung penulisan ini sebagai sumber informasi. Data yang dikumpulkan berupa perkembangan kondisi ekonomi Indonesia, artikel mengenai perusahaan yang melakukan akuisis dan motif perusahaan tersebut melakukan akuisisi.

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

Akuisisi

Menurut PSAK No. 2 paragraf, ”Akuisisi (acqusition) adalah suatu penggabungan usaha dimana salah satu perusahaan, yaitu pengakuisisi (acquirer) memperoleh kendali atas aktiva neto dan operasi perusahaan yang diakuisisi (acquiree), dengan memberikan aktiva tertentu, mengakui suatu kewajiban, atau mengeluarkan saham”.

Berdasarkan definisi di atas, maka akuisisi dapat disimpulkan sebagai pengambilalihan kepemilikan suatu perusahaan oleh perusahaan lain yang dilakukan dengan cara membeli sebagian atau seluruh saham perusahaan, dimana perusahaan yang diambil alih tetap memiliki hukum sendiri dan dengan maksud untuk pertumbuhan usaha. Akuisisi diklasifikasikan menjadi beberapa macam yaitu berdasarkan bentuk dasar akuisisi, terdapat tiga prosedur dasar yang tepat dilakukan perusahaan untuk mengambil alih perusahaan lain, yaitu :

  1. Merger atau konsolidasi

Istilah merger sering digunakan untuk menunjukkan penggabungan dua perusahaan atau lebih, dan kemudian tinggal nama salah satu perusahaan yang bergabung. Sedangkan consolidation menunjukkan penggabungan dari dua perusahaan atau lebih, dan dari perusahaan-perusahaan yang bergabung tersebut hilang, kemudian muncul nama baru dari perusahaan gabungan.

  1. Akuisisi saham

Cara kedua untuk mengambil alih perusahaan lain adalah membeli saham perusahaan tersebut, baik dibeli secara tunai, ataupun menggantinya dengan sekuritas lain (saham atau obligasi). Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan untuk memilih antara akuisisi saham atau merger :

  1. Dalam akuisisi saham, tidak diperlukan rapat umum pemegang saham (RUPS) dan pemungutan suara.
  2. Dalam akuisisi saham, perusahaan yang akan mengakuisisi dapat berhubungan langsung dengan pemegang saham target lewat tender offer.
  3. Akuisisi saham seringkali dilakukan secara tidak bersahabat untuk menghindari manajemen perusahaan target yang seringkali menolak akuisisi tersebut.
  4. Seringkali sejumlah minoritas pemegang saham dari perusahaan target tetap tidak mau menyerahkan saham mereka untuk dibeli dalam tender offer, sehingga perusahaan target tetap tidak sepenuhnya terserap ke perusahaan yang mengakuisisi.
    1. Akuisisi Assets

Suatu perusahaan dapat mengakuisisi perusahaan lain dengan jalan membeli aktiva perusahaan tersebut. Cara ini akan menghindarkan perusahaan dari kemungkinan memiliki pemegang saham minoritas, yang dapat terjadi pada peristiwa akuisisi saham. Akuisisi assets dilakukan dengan cara pemindahan hak kepemilikan aktiva-aktiva yang dibeli.

Berdasarkan keterkaitan operasinya, akusisi dikelompokkan sebagai berikut :

  1. Akuisisi Horisontal

Akuisisi ini dilakukan terhadap perusahaan lain yang mempunyai bisnis atau bidang usaha yang sama. Perusahaan yang diakuisisi dan yang mengakuisisi bersaing untuk memasarkan produk yang mereka tawarkan

  1. Akuisisi vertical

Akuisisi ini dilakukan terhadap perusahaan yang berada pada tahap proses produksi yang berbeda. Misalnya, perusahaan rokok mengakuisisi perusahaan perkebunan tembakau.

  1. Akuisisi konglomerat

Perusahaan yang mengakuisisi dan yang diakuisisi tidak mempunyai keterkaitan operasi. Akuisisi perusahaan yang menghasilkan food-product oleh perusahaan komputer, dapat dikatakan sebagai akuisisi konglomerat.

 

 

Proses Akuisis

 

Proses akuisisi merupakan suatu faktor penting, terutama karena pembelian suatu unit bisnis tertentu pada umumnya berkaitan dengan jumlah uang yang relatif besar dan membutuhkan waktu yang relatif lama, sehingga bagi perusahaan pengambil alih, sebelum memutuskan untuk akuisisi terhadap suatu perusahaan terlebih dahulu akan berusaha memahami secara lebih jelas mengenai prospek dan sasaran yang akan dicapai.proses analisis akuisisi melalui tiga tahap yaitu :

  1. Planning

Proses perencanaan akuisisi dimulai dengan suatu analisis terhadap corporate objectives dan product market strategics. Analisis ini ditujukan untuk memahami kekuatan dan kelemahan yang meliputi berbagai aspek seperti ekonomi, sosial, teknologi dan sebagainya. Disamping itu, analisis ini juga meliputi parameter-paratemeter industri seperti proyeksi tingkat pertumbuhan pasar, peraturan pemerintah dan faktor sumber daya manusia dengan menggunakan berbagai kriteria seperti kualitas manajemen, profitabilitas, struktur modal dan kriteria lainnya.

  1. 2.      Search and Screen

Proses pencarian dan pelacakan merupakan suatu pendekatan sistematik untuk menggabungkan berbagai prospek akuisisi yang menarik dan dianggap menguntungkan. Proses pencarian lebih menfokuskan pada “bagaimana” dan “dimana” mencari calon perusahaan yang akan diambil alih, yang dianggap menunjukkan calon terbaik sesuai dengan sasaran dan kriteria yang dikembangkan dalam tahap proses perencanaan.

  1. 3.      Financial Evaluation

Proses evaluasi keuangan lebih memfokuskan pada jawaban manajemen atas beberapa pertanyaan mengenai harga tertinggi yang harus dibayar oleh perusahaan pengambil alih serta apa yang menjadi resiko utama.

 

Manfaat Akuisisi

 

  1. Meningkatkan segmen pasar

Dewasa ini persaingan pruduk-produk dari berbagai macam merk semakin meningkat. Perusahaan-perusahaan yang ingin memperluas cakupan pasar dapat memilih alternatif dengan melakukan akuisisi.

  1. Melindungi pasar

Perusahaan melakukan akusisi dapat melindungi pasar karena perusahaan memanfaatkan itu dengan cara mengkuisisi persuahaan yang sejenis sehingga mengurangi persaingan di pasar dan target tempat pemasaran dapat tercapai. Perusahaan juga dapat melakukan akuisisi perusahaan yang tidak melakukan produksi barang yang sejenis, namun bisa mendukung proses produksi seperti pasokon bahan baku, persediaan dan lain-lain sehingga biaya yang dikeluarkan perusahaan dapat berkurang karena membeli dari divisi persushaan sendiri.

  1. Memperkuat bisnis utama

Perusahaan yang melakukan akuisisi dapat memperkuat bisnis utama karena melalui akuisisi perusahaan dapat mengurangi pesaing, kerjasama yang dengan perusahaan yang diakuisi dapat mempermudah perusahaan mengatasi masalah-masalah yang dihadapi perusahaan. Perusahaan juga dapat mengakuisisi produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang diakuisisi.

 

 

Motivasi Akuisisi

 

Alasan yang sering dikemukakan ketika perusahaan bergabung dengan perusahaan lain atau melakukan akuisisi adalah karena dengan akuisisi, perusahaan mampu mencapai pertumbuhan lebih cepat daripada harus membangun unit usaha sendiri. Selain itu, faktor yang paling mendasari perusahaan melakukan akuisisi adalah motif ekonomi (mendapat keuntungan).

Beberapa perusahaan melakukan akuisisi karena adanya beberapa motivasi yaitu :

  1. Sinergi

Sinergi merupakan nilai gabungan dari kedua perusahaan yang bergabung, lebih besar dari penjumlahan masing-masing nilai perusahaan yang digabungkan. Jadi, kondisi saling menguntungkan Pdari peristiwa akuisisi, akan terjadi jika telah diperoleh sinergi. Sinergi yang dihasilkan akuisisi ada dua jenis yaitu operasional sinergi dan sinergi keuangan. Operasional sinergi adalah sinergi yang dinikmati perusahaan karena kombinasi dari beberapa operasi, sehingga dapat menekan biaya atau menaikkan penghasilan. Sedangkan sinergi keuangan, berasal dari penghematan yang dinikmati perusahaan yang berasal dari sumber pendanaan (financing).

  1. Peningkatan pendapatan

Dengan adanya akuisisi, pendapatan dapat meningkat karena kegiatan pemasaran yang lebih baik, strategi benefits, dan peningkatan daya saing. Pemasaran yang lebih baik dapat terjadi karena pemilihan bentuk dan media promosi yang lebih tepat, memperbaiki sistem distribusi, dan menyeimbangkan komposisi produk. Strategi benefits memungkinkan perusahaan mengembangkan produk, atau menembus target pasar yang semula sulit untuk dilakukan. Sedangkan peningkatan daya saing dapat terjadi apabila penggabungan usaha tersebut meningkatkan pengusaan pasar oleh perusahaan sehingga menimbulkan kekuatan monopoli.

  1. Penurunan biaya

Penurunan biaya mungkin dapat terjadi sebagai akibat dari peningkatan unit yang dihasilkan, sehingga menekan biaya rata-rata (economies of scale) menghilangkan manajemen yang kurang efisien dan penggunaan sumberdaya yang komplementer, juga merupakan sumber-sumber untuk mengurangi biaya.

  1. Penghematan pajak

Perusahaan melakukan akuisisi sebagai potensi memperoleh penghematan pajak. Salah satu sumber penghematan pajak adalah untuk meningkatkan debt capacity. Apabila penggabungan perusahaan menyebabkan kombinasi perusahaan tersebut mampu meminjam lebih besar tanpa harus meningkatkan biaya kebangkrutan, maka tambahan pinjaman tersebut akan mampu memberikan manfaat dalam bentuk tax saving.

  1. Diversifikasi

Manajemen melakukan akuisisi untuk tujuan diversifikasi usaha, yaitu keinginan untuk memasuki industri yang lebih luas dan menguntungkan dimana industri target berada, dan dengan menggabungkan dua badan usaha yang berbeda ini, maka akan memiliki jenis usaha yang lebih besar tanpa harus memulai usaha dari awal, karena semuanya sudah dirintis oleh perusahaan yang diakuisisi, sehingga perusahaan pengakuisisi hanya melanjutkan apa yang telah ada.

  1. Meningkatkan likuiditas pemilik

Merger antar perusahaan memungkinkan perusahaan memiliki likuiditas yang lebih besar. Jika perusahaan lebih besar, maka pasar saham akan lebih luas dan saham lebih mudah diperoleh sehingga lebih likuid dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil.

  1. Melindungi diri dari pengambilalihan

Hal ini terjadi ketika sebuah perusahaan menjadi incaran pengambilalihan yang tidak bersahabat. Target firm mengakuisisi perusahaan lain, dan membiayai pengambilalihannya dengan hutang, karena beban hutang ini, kewajiban perusahaan menjadi terlalu tinggi untuk ditanggung oleh bidding firm yang berminat (Gitman, 2003, p.714-716).

 

 

Biaya Akuisisi

 

            Akuisisi dibiayai dapat melalui pembelian tunai, pertukaran saham maupun kombinasi keduanya. Ada beberapa pertimbangan perusahaan memilih sumber pembiayaan akuisisi. Beberapa pertimbangan itu adalah pertimbangan pajak, perlakuan akuntansi, isu-isu control manajemen, keuntungan finansial pemegang saham dan kondisi keuangan. Pembiayaa melalui utang sudah sering dilakukan oleh perusahaan. Umumnya perusahaan dengan pihar kreditur melakukan perjanjian pinjaman. Kreditur biasanya mempertimbangkan bunga pinjaman yang ditwarkan, sehingga debitur cenderung dapat mengoptimalisasi jumlah dan syarat pinjaman untuk pembiayaan akuisi.

Ekuitas merupaka salah satu alternative pembiayaan akuisisi. Investor yang menanamkan  modalnya tertarik dengan deviden yang diperoleh setelah perusahaan melakukan akuisisi. Pemilik modal tidak memiliki kepentingan jaminan atas asset tertentu, selain itu pemilik modal dapat melakukan penghindaran pajak. Ekuitas yang biasanya digunakan oleh perusahaan adalah saham preferen dan saham biasa.

Pembiayaan dapat juga menggunakan kas. Perusahaan mempertimbangkan menggunakan dana kas dari perushaan dibandingkan dari luar karena pertimbangan pajak atas deviden dan pajak penghasilan perusahaan. Oleh karena itu perusahaan mempertimbangakan menggunakan kas dengan cara mengumpulkan kas untuk diinvestasikan kembali melauli akuisisi. Pertimbangan perusahaan menggunakan kas bukan hanya itu, bisa juga disebabkan karena perusahaan mengalami kesulitan menghimpun dana dari luar.

 

 

 

KESIMPULAN

 

Dunia usaha semakin lama semakin berkembang dan persaingan dalam jenis produk, mutu produk, maupun pemasarannya semakin ramai dan ketat sehingga seringkali timbul persaingan yang tidak sehat dan saling mengalahkan. Akuisisi merupakan salah satu alternatif perusahaan untuk memperluas segmentasi  pasar, menguatkan bisnis uatama, dan melindungi pangsa pasar perusahaan. Hal ini disebabkan oleh perusahaan yang diakuisisi maka menjadi milik perusahaan yang mengakuisisi. Akuisisi sendiri berbeda-beda macamnya, ada akuisisi vertical, horizontal dan konglomerat, akuisi saham dan akuisisi asset.

Secara umum alasan perusahaan melakukan akuisisi adalah untuk meningkatkan sinergi perusahaan sehingga pendapatan yang diperoleh perusahaan dapat meingkat, selain itu biaya yang dikeluarkan perusahaan juga dapat lebih rendah karena perusahaan dapat menghasilkan unit yang lebih banyak, selain itu, faktor yang paling mendasari perusahaan melakukan akuisisi adalah motif ekonomi (mendapat keuntungan).

Perusahaan akan melakukan proses akuisisi yang merupakan suatu faktor penting, terutama karena pembelian suatu unit bisnis tertentu pada umumnya berkaitan dengan jumlah uang yang relatif besar dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Proses analisis akuisisi melalui tiga tahap yaitu planning untuk perencanaan dalam menganalisis kelemahan dan kekuatan dari berbagai aspek, search and screen untuk mengetahui prospek akusisi, Financial Evaluation untuk mengetahui hal yang berkaitan dengan harga yang harus dibayar  dan risiko utama.

Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mengakuisisi dapat diperoleh melalui kas, ekuitas dan utang. Pilihan sumber pembiayaan tersebut dapat dipilih perusahaan. Perusahaan akan melakuakan berbagai pertimbangan dari segi pajak, bunga, dan kondisi keuangan perusahaan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Go, Marcel. 1998, Akuisisi Bisnis, Jakarta : Rineka Cipta

 

 

Hitt, Michael A. 2002, Merger dan Akuisisi, Jakarta : Pt. Raja Grafindo Persada

 

 

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/merger-dan-akuisisi-pengertian-jenis.html (diakses 3 Juni 2012)

 

 

Ikatan Akuntan Idonesia. 2007.  Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta : Salemba Empat

 

 

New York Institute of Finance, 2003, 2003, The Acquisitions Manual, New York : NYIF Corp.

 

 

Sawir, Agner. 2004 Kebijakan Pendanaan dan Restrukturasi Perusahaan. Jakarta :  Gramedia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s